-->

Misteri Dibalik Menghilangnya Agatha Christie

Agatha Christie adalah penulis drama misteri terlaris sepanjang masa. Sudah lebih dari 2 miliar buku karya Agatha Christie terjual di pasaran, dengan puluhan judul karya yang dibuat. Tapi tak ada yang menyangka kalau pencipta karakter detektif Hercule Poirot ini pernah menjadi pemeran utama di drama misteri yang dibuatnya di kehidupan nyata.

Kisah ini bermula saat Agatha berusia 36 tahun. Secara mendadak, Agatha hilang misterius pada 4 Desember 1926 di Newlands Corner, Inggris. Mobil yang dikendarainya ditemukan terlantar di jarak sekitar satu jam perjalanan dari rumahnya.


Bagaimana penulis misteri terkenal hilang begitu saja secara misterius? Tentu misteri ini menjadi sensasi tersendiri. Ada yang menduga hilangnya Agatha terkait konflik rumah tangga dengan suaminya, Kolonel Archibald Christie.

Agatha menikah dengan Archibald saat perempuan bernama asli Agatha Miller masih berusia 24 tahun. Archie merupakan pilot tampan yang bertugas di Royal Flying Corps. Meski hubungannya banyak ditentang, tapi pasangan ini menikah di Hari Natal tahun 1914.

Tak lama setelah menikah, Archie dikirim ke medan perang. Saat itulah Agatha mulai karirnya sebagai penulis. Karir perempuan yang lahir dari keluarga kelas menengah pada tahun 1890 ini mulai meroket usai buku kelimanya diluncurkan: The Murder of Roger Ackroyd. Kisah misteri yang dipecahkan Detektif Poirot itu memang sukses memikat hati pembaca di Inggris, dan tentu saja di dunia.

Tapi di tahun 1926, hubungan Agatha dengan Archie merenggang. Saat itu Archie sudah berprofesi sebagai bankir investasi. Kesuksesan karir tampaknya tak menjadikan pasangan yang sudah dikaruniai anak perempuan bernama Rosalind itu semakin lekat. Padahal mereka baru pindah ke mansion yang dinamakan Styles.

Hubungan ini semakin memburuk saat ibunda Agatha, Clara, meninggal dunia. Agatha membawa Rosalind tinggal di rumah orang tuanya. Archie makin menjauh, dan akhirnya terlibat hubungan dengan perempuan bernama Nancy Neal.

Agathe lalu berusaha menyelamatkan pernikahannya dan membawa Rosalind pulang ke Styles. Sayangnya ini tak menjadikan Archie menjauh dari Nancy Neal. Pada 3 Desember 1926, Archie pergi sendiri dan mengaku ke sebuah pesta. Agatha menduga Archie bohong dan bertemu Nancy Neal.

Sekitar pukul 21.30 hingga 23.00, Agatha pun meninggalkan rumah. Para saksi mata mengaku Agatha pergi dengan raut muka kecewa dan marah. Para pelayan di Styles mengungkap Agatha pergi hanya dengan membawa tas travel kecil dan mantel bulu. Kepada sekretaris pribadinya, Agatha meminta semua agendanya dibatalkan, dan menitip sebuah surat untuk diserahkan ke Archie.

Saat Agatha dilaporkan menghilang dan hanya ditemukan mobilnya dalam keadaan terlantar, polisi lalu mencari Archie. Tindakan polisi terbilang wajar, sebab suami dianggap bertanggung jawab atas hilangnya sang istri. Tapi Archie mulai dituduh membunuh istrinya. Pencarian jasad Agatha bahkan sudah dilakukan, salah satunya dengan menyisir area sekitar dan menyelami kolam renang Silent Pool yang biasa digunakan Agatha.

Tapi beberapa saksi mata kemudian mengaku melihat Agatha beberapa hari setelah menghilang. Salah satunya adalah Earnest Cross, yang mengaku melihat Agatha hanya memakai pakaian tipis walau cuaca sedang dingin. Menurut keterangan Cross, Agatha juga diketahui menyetir mobil lain keluar Newlands Corner, desa tempat mobil Agatha ditemukan terlantar.

Dua porter lain juga melihat Agatha di luar stasiun. Ada kemungkinan Agatha pergi ke kota lain dengan menggunakan kereta api.

Sebelas hari setelah dilaporkan menghilang, Agatha ditemukan di sebuah spa mewah sekitar 200 kilometer dari rumahnya. Agathe mendaftar dengan mengaku bernama Neal, nama selingkuhan Archie.

Polisi kemudian mempertemukan Agatha dengan keluarganya. Tapi saat bertemu Archie, Agatha mengenalinya sebagai adiknya, bukan suaminya. Tak diketahui apakah ini sekedar akting, atau Agatha memang mengalami amnesia. Tapi media menulis Agatha mengalami amnesia. Tentu saja tak semua berpendapat sama.

Penulis Gillian Gill memiliki teori kalau pertengkarannya dengan Archie membuat Agatha mengalami psikotis. “Dia menjadi bukan dirinya sendiri. Dia memiliki identitas lain,” kata Gill. “Dia (Agatha) pergi, naik kereta, berganti nama. Kemudian menginap di hotel dan memilih kehidupan lain. Ini memang sangat sangat sangat aneh, tapi nyata. Ini sudah didokumentasi di ilmu psikologi,” lanjut Gill.

Tapi penulis Gwen Robyns berpendapat Agatha merencanakan ini dan menjadi pemeran utama di drama misteri yang dibuatnya sendiri. Dengan menggunakan nama Neal, Agatha diduga sedang berusaha dendam ke suaminya.

“Saya rasa dia akan sangat senang saat mengetahui fakta bahwa polisi terus membuntuti Archie. Dia (Archie) tentu tak bisa ke mana-mana karena terus dibuntuti polisi. Dan dia merasa puas saat membacanya di koran,” ucap Robyns.

Apakah Agatha memang merencankan drama misteri ini? Entahlah, tapi yang pasti tak lama setelah peristiwa itu Agatha dan Archie berpisah. Agatha pun kemudian menikah lagi dengan seorang arkeolog bernama Max Mallowman di 1930.

Nah, setelah menikah dengan Max, Agatha tampak bahagia. Setidaknya ini tercermin dari kutipan populer yang diucapkannya:

“Saya menikah dengan seorang arkeolog karena saat saya semakin tua akan semakin disayang.”

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter