-->

Tips Berpuasa Ibu Hamil Dan Ibu Menyusui

Pada usia kehamilan trimester pertama, tubuh masih menyesuaikan diri dengan kehamilan, dan fluktuasi hormon bisa membuat Anda mengalami morning sickness yang membuat Anda merasa mual dan muntah di pagi hari. Saat berpuasa, Anda bisa kekurangan cairan dalam tubuh yang akan keluar lewat muntah. Begitu pula jika kehamilan sudah berada pada trimester ketiga. Pada usia kehamilan diatas tujuh bulan, janin membutuhkan asupan makanan lebih banyak, dan si ibu perlu menambah kalori sebanyak 300 kkal dari makanannya sehari-hari. Jika tidak, biasanya ibu yang hamil tua akan lebih cepat lemas dan letih. Namun, jika kondisi fisik si ibu memang memungkinkan, menjalankan ibadah puasa tidak akan menjadi masalah bagi bayi di usia kehamilan berapapun.

ibu menyusui


Berikut tips ibu hamil menjalankan ibadah puasa dari beberapa sumber
  • Minum sebanyak-banyaknya setelah waktu berbuka puasa dan sahur untuk mencegah dehidrasi.
  • Usahakan untuk makan sahur menjelang waktu imsak (sekitar satu atau setengah jam sebelumnya).
  • Perhatikan kecukupan gizi dan mineral pada makanan yang Anda konsumsi, Dr. Bambang memberikan perhitungan sederhana yaitu: 50% karbohidrat, 25% lemak baik, dan 10-15% protein dan mineral.
  • Istirahat dengan cukup dan beraktivitas dengan bijak sesuai kondisi tubuh.
  • Perhatikan kenaikan berat badan Anda. Jika selama puasa berat badan Anda justru menurun, maka Anda perlu memperbaiki menu makanan ketika sahur dan berbuka.
  • Periksa kehamilan sesuai jadwal dan jika Anda merasa ada perubahan yang berbeda seperti penurunan bobot tubuh, atau bila gerakan bayi dalam kandungan tidak se-aktif biasanya, segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Dokter mungkin akan meminta Anda menghentikan puasa atau memperbaiki konsumsi makanan, sampai kondisi Anda kembali prima untuk berpuasa.
 Tips ibu hamil yang menjalankan puasa atau ibu yang sedang menyusui

Tips Ibu hamil Saat Sahur

  •  Ketika sahur, pilih makanan yang mengandung protein dan lemak dalam jumlah cukup. Kedua jenis zat gizi ini dapat bertahan lebih lama di pencernaan sehingga memperlambat rasa lapar di siang hari. Sebaiknya ibu hamil banyak mengkonsumsi daging. Daging adalah makanan yang mengandung kalori dan protein sangat tinggi yang bisa disimpan tubuh dalam waktu cukup lama.
  • Upayakan juga makanan yang kaya vitamin C dan mineral seng (zinc) untuk menjaga vitalitas tubuh.
  •  Jangan mengonsumsi makanan manis saat sahur agar tubuh tidak lemas dan cepat merasa lapar akibat insulin shock.
  •  Sebaiknya hingga waktu sahur habis, usahakan minum air putih sebanyak-banyaknya. Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter. Dan ditambah dengan segelas susu hangat. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil.

Saat Berpuasa

  •  Jalani puasa dengan niat dan tekad yang bulat dan ikhlas agar hari-hari berpuasa terasa ringan dan membahagiakan meski sedang hamil.
  •  Cukup istirahat. Bila memungkinkan sediakan lebih dari porsi istirahat sebelumnya.
  •  Kurangi porsi aktivitas yang membutuhkan energi ekstra, misalnya aktivitas di lapangan atau pikiran yang berat-berat. Sedapat mungkin hindari stres dan
    buang jauh kebiasaan/dorongan untuk marah.
  •  Segera batalkan puasa jika ibu hamil mengalami:
a. Muntah-muntah lebih dari 3 kali yang dikhawatirkan menyebabkan terjadinya dehidrasi.
b. Mengalami diare yang diikuti rasa mulas dan melilit
c. Mimisan yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah pertanda kondisi tubuh sudah tidak stabil
d. Lemas, pusing diikuti dengan mata yang berkunang-kunang pertanda hipoglikemia dikhawatirkan janin mengalami kekurangan gizi.
e. Mengalami keringat berlebih khususnya keringat dingin pertanda bahwa tubuh bahwa kondisi fisik ibu hamil sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa

Saat Berbuka

  •  awali berbuka dengan minuman hangat dan manis untuk meningkatkan kadar gula darah, tetapi ibu hamil juga harus tetap membatasi makanan dan minuman yang manis. Hindari minuman dingin karena dapat menurunkan kerja lambung.
  • Kemuadian ibu hamil dapat melanjutkan dengan menyantap makanan yang mengandung karbohidrat simpleks sehingga lebih mudah diserap tubuh, seperti kolak atau  kurma.
  •  Setelah salat magrib, makanlah dengan porsi lebih besar, tapi jangan langsung kalap. Makan dalam jumlah besar bisa membuat tubuh Anda lemas. Karena itu, makan secukupnya saja. Sehabis salat tarawih, usahakan untuk makan walau hanya sedikit.
  •  Sebelum tidur, untuk memproses produksi ASI, cobalah makan makanan ringan dengan minuman hangat.


Sumber: Bidanku, parentindo


Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter