-->

Bisa Pakai Ponsel di Pesawat, Asalkan Ada Alat Ini


Jika pesawat Sriwijaya Air memiliki perangkat teknologi yang mampu meredam sinyal telepon selular, mungkin insiden pemukulan terhadap pramugari, Febriani tak perlu terjadi.

Pengamat Penerbangan Alvin Lie mengatakan bisa telepon selular diaktifkan di dalam pesawat yang sedang mengudara. Namun, pesawat itu tentu harus dilengkapi peralatan khusus yang dapat menangkap gangguan gelombang sinyal radio dari telepon selular.

"Pesawat harus memiliki insulator agar sistemnya tidak terganggu oleh sinyal yang dikirimkan handphone," ujar Alvin kepada Tempo, Jumat, 7 Juni 2013. Menurut dia, teknologi insulator ini dipasang pada kabel-kabel navigasi serta komunikasi yang tersebar di tubuh pesawat. Tujuannya, untuk mencegah kabel-kabel ini digunakan handphone sebagai antena sinyal.

Alvin menjelaskan, ketika pesawat berada di ketinggian 1000 kaki ke atas, sinyal handphone akan hilang. Pada saat itu, jika handphone tetap menyala, perangkat ini secara aktif mencari sinyal komunikasi.

Saat itulah, handphone akan menggunakan kabel pesawat sebagai antena untuk memperkuat pencarian sinyal. "Itu kabel salah satunya tersambung ke monitor radar. Jika terganggu, monitor radar bisa mati," ujarnya.

Selain menggunakan insulator, Alvin menambahkan, pesawat juga harus memiliki antena khusus yang menghubungkan handphone dengan sinyal komunikasi ke darat. Hanya saja, insulator dan antena khusus ini tidak bisa begitu saja dipasang. Selain harganya mahal, pemasangannya mengharuskan maskapai pertimbangkan kembali berat bagasi dan jumlah penumpang.

Alasannya, insulator dan antena tadi membuat beban pesawat bertambah. Agar tidak membahayakan ketika mendarat atau take off di landasan pendek, beban bagasi dan penumpang harus dikurangi agar tersedia tempat untuk memasang insulator dan antena. 


Sumber : Tempo

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter