-->

Kisah Misteri : Hampir menjadi tumbal pesugihan

Sekitar seminggu yang lalu saya terlibat pembicaraan yang menarik dengan salah satu pengunjung warkop(warung kopi).Entah bagaimana awal mulanya,pembicaraan yang tadinya hanya mengobrol biasa malah berakhir dengan pembicaraan mengenai dunia primbon-arti.blogspot.com.
Dia pun menceritakan pengalamannya yang hampir menjadi tumbal pesugihan.Semua nama yang ada dalam cerita ini adalah nama samaran.Begini ceritanya : 


Sebutlah pria ini dengan nama sutejo,sutejo adalah seorang pedagang mainan anak-anak yang sering menjajakan dagangannya di emperan jalan alun-alun kota sumedang.Dengan penghasilan yang tidak tentu,membuat sutejo belum memiliki rumah dan terpaksa harus mengontrak. 

Bertahun-tahun hidup sebagai pedagang membuat sutejo mengenal banyak orang dan ada orang yang baik hati mengajarkannya ilmu kebathinan untuk menjaga dirinya dari marabahaya.



Pada suatu waktu,sutejo dan keluarganya berpindah kontrakan.Pada mulanya sutejo tidak tahu menahu mengenai desas desus yang berkembang mengenai pemilik rumah kontrakannya hingga pada suatu hari ada tetangganya yang memberitahu bahwa pemilik rumah kontrakan tersebut melakukan pesugihan kepada buto ijo.

Dan yang membuat sutejo tambah waspada,buto ijo tersebut meminta tumbal yang wedalnya hari sabtu.Secara kebetulan sutejo dan anaknya lahir di hari sabtu tentu saja ini cukup merisaukan sutejo.namun,karena tidak ingin membuat resah istrinya,hal tersebut di pendam sendiri tapi sutejo selalu bersikap waspada.

Hingga pada suatu malam,tiba-tiba sutejo merasakan keanehan yang terjadi.Tubuhnya tiba-tiba menggigil dan kepanasan padahal saat itu suhu udara sedang dingin karena merasa ada sesuatu yang akan terjadi,dia pun segera mengambil wudhu dan bersembahyang malam.Tidak lama setelah sutejo bersembahyang,hawa panas yang tadi mendera mendadak menghilang.malam itu dilalui sutejo dengan rasa was-was.

Esoknya terjadi hal yang sangat tidak diinginkan oleh sutejo,kini anaknya yang mendadak sakit dan panas karena sudah tahu itu adalah perbuatan dari buto ijo maka sutejo pun segera melakukan antisipasi.Ilmu yang pernah dipelajarinya langsung di praktekan,tidak lupa dia mengambil wudhu dahulu dan kemudian membaca doa yang diajarkan oleh gurunya,setelah cukup lama.Anaknya kembali normal dan sembuh.

Karena tidak terima anaknya hampir menjadi tumbal dari pesugihan buto ijo.Sutejo bertekad akan mengembalikan guna-guna tersebut ke pemiliknya.Dan pada malam jumat,sutejo mengurung dirinya dikamar melakukan ritual untuk melawan pengaruh jahat dari buto ij0(proses ini tidak bisa saya jelaskan secara rinci karena narasumber tidak menceritakan apa yang terjadi di malam itu).Singkat cerita sutejo berhasil mengalahkan buto ijo tersebut dan mengembalikannya ke orang yang melakukan pesugihan.

Esok harinya warga di daerah tempat tinggal sutejo geger,karena anak dari pemilik rumah kontrakan tersebut tiba-tiba meninggal tanpa ada sebab dan alasan.posisi meninggalnya pun bisa dibilang cukup aneh,yaitu dalam posisi duduk.

Sutejo pun mafhum bahwa itu karena buto ijo tidak berhasil mengambil nyawa dirinya dan anaknya maka dari itu,buto ijo mengambil nyawa anak pemilik rumah kostan tersebut.

Karena tidak ingin terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan kepada keluarganya,sutejo lantas berinisiatif untuk pindah rumah kontrakan.Tidak lama setelah dirinya pindah,sutejo mendengar kabar bahwa pemilik rumah kontrakan yang dulu ditempatinya kini telah miskin secara mendadak.

Kini suteju pun meneruskan kehidupan seperti biasanya,menjajakan mainan anak-anak.Meski penghasilannya tidak seberapa namun selama itu halal pasti akan dilakukan,itulah prinsip yang menjadi pegangan sutejo.Tamat.

Kaya dari perbuatan yang menyimpang dari agama dan menyekutukan tuhan tidak akan bertahan lama.Miskin tapi bekerja dengan halal lebih mulia dari menjadi kaya dengan melakukan hal yang kotor dan berdosa.

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter